24 Februari 2015

Terkadang Kamu Kurang Ajar

Terkadang saya terjaring beberapa kali dengan segelintir manusia yang gila hormat dan berasa dirinyalah yang paling layak diikuti katanya. Entah kepada siapa dia mahu menunjuk suci dan hebat. Pada manusia sekelilingnyakah ? pada dasarnya dia itu lebih tepat dirujuk sebagai manusia yang kurang memandang masa depan atau terlebih memandang masa depan sehingga dia lupa di mana sebenarnya dia sedang berpijak. Atau mungkin mereka layak digelar sebagai insani yang kurang kerja dan menggolongkan diri mereka sebagai golongan suci (mungkin?).
Tenanglah dan jangan menjadi biadap
Entah imbalan apa yang dia dapatkan dari orang tuanya, ketua agamanya, dari nabinya, bahkan dari tuhannya kalau dia berhasil membawa orang lain  kembali ke jalan yang ‘benar’ (menurutnya). Tak pernah berhenti dan lelah untuk 'menjaring' umat sebanyak-banyaknya, bahkan kalau perlu menyakiti orang lain, ‘menipu’ orang lain supaya berpindah keyakinan dan masuk ke agamanya. Kalau perlu sampai bunuh-bunuhan. Perang suci. Entah surga jenis apa yang mahu dia kejar. Entah pahala yang bagaimana yang mau dia reguk. Dan entah di neraka mana dia ingin menceburkan orang lain untuk duduk diam bersama dengan dirinya kelak.

Let me say this straightly and strictly to whoever you are  : GET A LIFE, man!

Kalau kamu merasa kamu yakin dengan perbuatanmu itu atau apapun yang kamu yakini tentang kebenaran (yang sayangnya kebenaranmu sendiri), berhentilah memaksa orang lain untuk mengikuti apapun yang kamu yakini. Because for me, it’s your choice. Not mine. And unfortunately (again, it's for you), I HAVE already my own choice. Orang lain juga sudah punya pilihan itu. Jadi jangan pernah memaksa orang lain.

Saya bukan orang yang suka diberi perhatian oleh orang yang tidak tahu dan tidak mengenal siapa saya sebenarnya. Dan, mengirimi saya ayat-ayat supaya saya pindah agama bukanlah bentuk  perhatian. Perasan  tahu lebih tepatnya.
Anda salah orang. Anda salah korban. 

Semakin kamu mengajak-ngajak, memaksa-maksa orang lain untuk ikut serta, terlihat jelas bahwa kamu TIDAK YAKIN dengan apa yang kamu yakini. Kenapa kamu harus takut kalau saya tidak percaya dengan apa yang kamu yakini? Sebegitu pentingnyakah saya atau orang lain  buat kamu sampai kamu harus membuang-buang waktu ? Sebegitu takutnyakah kamu kehilangan saya atau orang lain, satu dari berbillion-billion  umat yang sama denganmu yang kemudian berpindah ‘aliran/agama’ hanya kerana lebih mampu menentukan sikapnya sendiri? Bukankah agama dan keyakinan itu sifatnya peribadi? Atau, kamu takut merasa sendirian kalau ternyata apa yang kamu yakini itu ternyata tidak sepenuhnya benar? So if let’s say: kalau ternyata surga atau neraka, atau apapun kebenaran-kebenaran yang kamu yakini itu ternyata (misalnya) tidak ada, dan akhirnya kamu berasa tertipu dan berasa bangang  kerana terjebak, terus kamu mahu mengajak saya atau orang lain ikut serta dalam ketertipuan dan keterjebakan yang kamu alami, begitu? 

Sudahlaah. Masih banyak hal penting lain yang harusdifikirkan. Hari ini kamu masih lagi berfikir caranya mencari umat. For human's sake, wake up!

Saya terkesan dengan beberapa isu yang pada saya dan dimata saya terlihat kurang ajar atau lebih tepatnya tersangatlah biadap. Jangan mencederakan hati dan perasaan orang lain hanya kerana kamu merasakan agamamu tepat (menurutmu) lalu mengangkat segala emosi dan mempengaruhi manusia yang masih mentah (pada usianya) untuk mengikuti kepercayaanmu sehingga mengabaikan siapa dibalik penciptaan manusia didepan matamu itu. Ibu bapa manusia tersebut, keluarga, teman-teman dan banyak hati dan jiwa lain turut tercedera hanya kerana tindakan bodohmu itu. 

Bukan setakat tercedera hati dan perasaannya tetapi, yakin sangatkah kamu akan apa yang sedang kamu usahakan itu ? Saya lebih daripada yakin akan syurga itu nyata dan neraka itu ada dan saya tahu kepada siapa saya menyerahkan diri saya sehingga ke nafas terakhir dibumi ini. Yakinkah kamu akan perbuatan itu ? Tidak perlu perasan suci kerana dimata saya kamu hanyalah individu yang biadap dan kurang ajar. 

Kadangkala kita ditegur oleh manusia tetapi, sering kali juga kita ditegur oleh suatu keadaan seperti 'kejadian' atau 'peristiwa'. Jika sesama manusia tidak mahu menerima teguran, maka Dia punya cara lain untuk menegur kita. Tidak melalui manusia tetapi melalui kejadian. Oleh itu yang sesat jangan bertambah sesat dengan mempengaruhi ramai orang lainnya untuk turut serta dengan dirinya menuju neraka. 

Menikmati hidup tanpa pertanyaan adalah hadiah yang paling membahagiakan. Seperti menikmati terbitnya matahari di ufuk timur dan terbenamnya di ufuk barat. Seperti ketika orang-orang sudah tidak perlu lagi mempertanyakan banyak hal yang tidak penting. Yang tertinggal hanyalah kesedaran untuk saling menerima dan menghargai. Kesedaran untuk menerima bahawa apa yang diyakininya sebagai kebenaran adalah sesuatu yang hanya mampu dinikmatinya sendiri. Kesedaran bahawa kebenaran yang diyakininya bukan untuk dipaksakan kepada yang lain karena merasa (sekali lagi: merasa) ‘kebenaran’ yang lain adalah palsu. Ketika kebenaran dipaksakan, tidak ada lagi yang namanya pilihan termasuk kebebasan untuk memilih. Manusia yang tidak mampu memilih bukanlah manusia. Seperti kata pepatah kerbau yang selalu siap dicocok hidungnya.

Jujur, semua ini menjadi tidak ada bezanya dengan perang yang didalamnya sudah pasti terdapat unsur pembunuhan keji namun dilakukan atas nama ‘kebenaran’. Ya, ini adalah perang suci kata para pelakunya dengan penuh percaya diri. Suci kerana dianggap membela kebenaran dan memerangi kebathilan. Yang membuat saya tertawa adalah: kalau perang saja sudah dianggap suci maka bayangkan yang tidak sucinya. Mengerikan. Tidak ada yang lebih primitif daripada menganggap perang, pembunuhan keji sebagai sesuatu yang suci.

Jangan ambil kisah dengan kebenaran saya. Nikmati kebenaran anda sendiri kerana saya juga tidak ambil endah dengan kebenaran anda. Kita punya kepercayaan sendiri. Jika mahu ikut dan percaya pada apa yang saya anuti, dipersilakan. Cuma jangan pernah memaksakan apa yang kamu percayakan kepada orang lain. Itu primitif.

Peace yo !

13 Februari 2015

Happy Valentine's Day, Readers !

Sebuah idea membakar saya berhari-hari.

Apa yang membuat seseorang itu menulis ? apa yang terjadi ketika seorang membuat keputusan untuk menjadi seorang penulis ? Apa yang dicari seorang penulis ? Dinamika apa yang terjadi diantara seorang penulis, pembaca, dan jagatraya ini ?

Saya buka seorang penulis serius. Saya hanya menulis bila mana saya punya waktu itu. Namun, saya terfikir untuk menjadi seperti penulis-penulis 'itu'. Ratusan naskah tulisan yang ditulis oleh penulis dilemparkan untuk didengar oleh orang ramai melalui tulisannya dan saya bukan diantaranya. Saya hanya berhobikan menulis. Menyusun kata demi kata menjadi himpunan ayat. Hanya terkadang saya menjadi serius dalam menulis dan itu ketika tulisanku dibayar oleh orang yang mahukan tangan dan isi kepalaku tercurah melalui sebuah tulisan. Rasanya sedap ketika mendapat upah meski terkadang saya harus menjadi orang lain untuk menciptakan kata-kata menurut apa yang orang mahu saya lemparkan keatas artikel tersebut.

Ada waktu saya menulis sekadar ikut suka dan semahu hati dan itu biasanya terjadi didalam blog ini. Blog ini tidak seindah harapanmu, mungkin. Manusia diluar sana mungkin mahunya sesuatu yang lebih 'umph' tetapi, harus diingat bahawa ini adalah blog saya dan hak keatasnya 100% terletak pada saya.  Apa pun, tulisan saya masih yang terbaik dimata saya (egokah statement ini?) . Pada saya tidak. Sama ceritanya ketika anda berdepan dengan cermin lalu bertanyalah hatimu pada dirimu 'kacakkah saya hari ini?' ...anda lalu tersenyum puas lalu meninggalkan cermin itu. Satu kata untuk hal tersebut adalah 'yakin' meski sebenarnya anda tidaklah sekacak orang lain. Iitu tidak penting, yang penting dimata anda, anda sudah cukup baik dengan penampilan tersebut. Satu kata untuk itu 'bersyukur' akan segala apa yang anda miliki dan bukan apa yang orang lain selalu harapkan dari kita.

Whuuuuu... saya sebenarnya ingin membangunkan pujangga tidur. Saya sebenarnya terusik, termenung, bahkan terpukau melihat transformasi yang diperagakan oleh seseorang ketika ia berhasil 'disentuh' oleh kekuatan ilham. Lalu saya bertanya adakah caranya agar seseorang itu mampu mempersiapkan dirinya disengat inspirasi ? aaah ketika menulis ini, saya sedang gila. Gila akan sebuah ilham dan juga sebuah inspirasi. Ingin rasanya kakiku melangkah jauh dari tempat dimana saya berada sekarang dan menggerakkanya kesuatu tempat yang mempu mengairiku dengan 1001 macam inspirasi. 

aiiiii...saya tidak punya banyak kata lagi mahu ditulis disini. ini hari JUmaat yang telah berakhir waktu kerjaku. 4:51 petang dan sekejap masa lagi saya akan pulang kerumah dimana hatiku selalu berada. Tempat yang nyaman yang pernah dan selalu kumiliki kerana di sanalah segala rasa cintaku bermula pada segala sesuatu. 
HAPPY VALENTINE'S DAY

Esok hari valentine's ya ? saya mahu mengucapkan happy valentine's day to all of ya ~ my lovely readers yang suka datang melawat saya disini. Kerana hadir kalianlah blog ini sentiasa mempunyai page view yang tinggi. aaah...kamu buat blog ini hidup tersiram oleh kehadiran kalian. Thanks ya ^^

10 Februari 2015

Ekspedisi Gunung Kinabalu ~ Jangan Menangis !

Kisah bersambung dari  Ekspedisi Gunung Kinabalu [ Part  1] dan [ Part 2]

Setelah menikmati nikmatnya berada di Puncak tertinggi Asia Tenggara itu, tiba waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal pada sang gunung yang gagah. Ada waktu kita bertemu lagi, membaringkan diri didadamu nan bidang tanda rinduku pada damainya senyumanmu pada diriku (cewah! haha).

Hidup adalah soal keberanian menghadapi yang tanda tanya. Tanpa kita mampu mengerti, tanpa kita mampu menawar, terimalah dan hadapilah

Seketika ketika membaca kalimat ini saya mengiyakan sepenuh hati. Mana kita tahu soal hari esok, bahkan apa yang terjadi beberapa detik dari sekarang pun kita tidak tahu kejutannya apa. Oke, saya suka perkataan 'hadapilah'. ya, hadapilah perjalanan yang telah kita pilih sebelumnya.
Ekpedisi Gunung Kinabalu 2015
Cuaca adalah terbaik
Mahu menikmati rumah masing-masing harus melalui jalan pertama yang kita naiki sebelumnya. Mungkin sesetengah orang, turun merupakan hal yang jauh lebih mudah berbanding ketika naik tapi ternyata, ia adalah sebaliknya bagi saya.

Selepas packing, cepat-cepat ke Laban Rata untuk breakfast dan check out. Makan ala buffet, makan sepuas perut. Gembira kerana puncak sudah ditakluki dan memori tentang gunung Kinabalu sudah tersimpan rapi dalam hati dan minda. Bread masih berbaki 4 bungkus ^^awalnya ingin membiarkan bread itu berada dikaki meja makan di Laban Rata tetapi atas beberapa sebab saya mengambilnya lagi...dan bahagian ini saya suka. Ketika keluar dari Laban Rata seorang guide yang bukan guide kami bertanya 'apa itu'

saya : bread, tapi kami malas mau bawa turun. Kamu mau ?
Guide : Mau
Saya : nah...(sambil menghulurkan ke semua bungkusan bread tersebut)
Guide : Pounsikou e Tuhan ! (Puji Tuhan!) (berteriak kecil sambil mengambil bread itu)

Aaaaah, perkara simple yang membuat hati saya bergelora dengan sukacita. Sungguh, memberi lebih baik dari menerima dan saya menikmati hal itu meski ia hanya perkara kecil yang kurang nilainya, mungkin. Setelah berganti senyum dan hati (eh..hahaha) kami meneruskan perjalanan.Cuaca waktu itu sangat baik, cerah secerah hatiku dan hati kawan-kawanku (cerahkah hati kamu? :P)
Ekpedisi Gunung Kinabalu 2015

Ekpedisi Gunung Kinabalu 2015
Antara member yang sempat bergambar
Married at Mt. Kinabalu
Honeymoon di Puncak Kinabalu
Risau kerana kaki mulai lenguh dan sakit-sakit ketika turun. Jarak perjalanan tidak berubah, ia masih sama seperti waktu naik iaitu 6KM.
Ekspedisi Gunung Kinabalu
Kalau dari bawah, KM5 ni sangat jauh...kalau dari atas KM1 itu sangat jau
Ketika turun kami berjalan beriringan dengan beberapa ahli team  kami, jalan tak bergandingan namun saling mendorong diantara sesama. Berjalan sambil melemparkan senyuman pada para pendaki yang mungkin sedang bertanya 'jauh lagikah..jauh lagikah' didalam hati mereka. aaaah..saya faham perasaan itu kerana saya telah melewatinya sebelum ini. 
Ekpedisi Mendaki Gunung Kinabalu 2015

Ekpedisi Mendaki Gunung Kinabalu 2015

Ekpedisi Mendaki Gunung Kinabalu 2015

Ketika menghampiri KM4 kaki sudah mulai tidak mahu berkompromi. Seakan tidak mahu bersahabat dengan saya. Penat sangatkah kakiku ini ? Maafkan saya wahai kaki kerana mengajakmu ketempat seperti ini.
Ekpedisi Gunung Kinabalu 2015
Jangan berhenti sampai disini
Perjalanan ini buat saya amat berkesan. Kebiasaanya saya agak 'malas' dengan kawan-kawan saya, kalau diajak trip selalu semangat diawal, tapi begitu menjelang hari tersebut semua mundur teratur dengan alasan yang kadang 'haiz!' (hehe). Namun, kali ni mereka semua serius ikut team saya. I love you-lah ! (haha).
Ekpedisi Gunung Kinabalu 2015
Laluan yang membuat anda mental seketika ^^hehe
Lanjut kisah, kebanyakan dari kami sudah mulai mental kerana perjalanan ini terasa lebih sukar dari sebelumnya. Berjalan macam ketam. Penat namun berhenti jangan sekali-kali mengambil masa yang lama kerana itu akan menambahkan rasa malas semarak dihati. Beberapa pendakian sebelumnya saya berlari ketika turun, kali ni tidak boleh lagi. Kaki saya sakit kerana tidak ada training sebelum pendakian. (terpaksalah terima akibatnya dan saya menerima akibatnya tanpa sebarang tangisan).*semangat ni* haha.
Ekpedisi Gunung Kinabalu 2015
Panorama indah menewaskan kepenatan

Ekpedisi Gunung Kinabalu 2015
Setiap langkah menghantar kita pada destinasi

Ekpedisi Gunung Kinabalu 2015
Bergambar sebelum meneruskan perjalanan
Ekpedisi Gunung Kinabalu 2015
dorang sedang menangis, kaki sakit....haha

Ekpedisi Mendaki Gunung Kinabalu 2015
Syukur ada tongkat, kalau tidak terpaksalah merangkak :P
Sepanjang perjalanan turun kisah harus dipotretkan dengan ketikan gambar. Meski kaki sakit, senyum harus tetap terukir. Memulai perjalanan sekitar jam 10:20 am dari Laban Rata dan sampai di Timpohon pada jam 3:20 pm. Tidaklah teruk sangat jika pencapaian menjadi penilaian. Kami pulang dengan hati gembira dan puas luar biasa sambil hati berbicara 'suatu hari wajib berkunjung lagi ke Gunung Kinabalu'.



Aaaaah, leganya luar biasa sekali bila kaki selamat sampai di Timpohon gate. Perasaan berbaur gembira, bangga, puas dan variasi rasa ada didalam dada. Sungguh suatu nikmat dan kepuasaan yang sukar digambarkan dengan kata-kata.  Pergi dengan harapan, kembali dengan inspirasi.
Sebelum salam berpisah dihulurkan pada mereka yang berjalan pulang sendirian, kami memutuskan untuk makan mengisi perut yang sedang kelaparan di Balsam Restaurant. Sebenarnya makan tengahari ala buffet ini sudah termasuk dalam pakej dan rugi rasanya jika tidak melengkapkan pakej tersebut dengan makan sepuas mulut sambil melihat-lihat gambar yang sempat diambil sepanjang trip Gunung Kinabalu kali ini. 
Ekspedisi Gunung Kinabalu
Senyuman ada kerana melihat namaku pada sijil itu (cewah)
Ternyata Gunung Kinabalu masih sama memberikan 1001 rasa dan pengalaman kepada setiap pengunjungnya. Buat yang penasaran, wajib mencuba menakluki Gunung Kinabalu sekurang-kurangnya satu kali dalam hidup. Saya hanya perempuan gendut berlemak tepu namun, semangatku kental dan tak pernah dimatikan oleh tingginya Gunung Kinabalu. Anda fit dan 'tagap' (ta-gap) ? Go, climb Mt Kinabalu. :D .....

9 Februari 2015

Bayaran Artikel Masuk Lagi !

Petang, menulis dan suara bangunan. Tanpa perlu kopi kerana bagiku pahitnya tak pernah sesuai dengan waktu petang seperti ini. Petang ini suasananya indah dan tak mungkin saya kacaukan dengan pahitnya kopi.

Matahari enggan tersenyum hari ini dan hening seakan mendominasi keadaan. Sibuk memang ya tetapi, itu tidak apa-apa kerana saya suka sibuk yang mengejut. Hari ini duit masuk lagi untuk satu artikel biasa yang sempat ditulis olehku minggu lalu. Bayaran tak setanding artikel para otai tetapi, itu cukup menjadi vitamin untuk saya tetap menulis secara lebih teratur dan bukan mengikut mood.

Suatu hari ada yang bertanya artikel apa yang saya tulis sehingga orang mahu membelinya. Jawapanku 'hanya artikel biasa-biasa saja'.

Ya, hanya artikel biasa-biasa saja kerana pembacanya juga bukanlah orang yang luar biasa. (hehe) . Namun, tulisan biasa tidak bermakna tulisan kosong tak bermesej, tak berkualiti tak mempunyai nilainya. Tulisan biasa lebih dicintai oleh para pencinta tulisan ringan.
Penulis Artikel Malaysia

Menulis artikel tiada susahnya jika kita rajin berusaha. Semua mampu menulis, cuma tulisan yang lain itu kurang tarikannya. Ayat berlenggok bukan bukti tulisan itu baik, ramai pembaca juga tak menunjukkan tulisan itu baik tetapi, artikel dibeli dan selalu menerima tempahan menulis itu pasti tulisannya ada 'sesuatu' yang bersinar dan sinarnya dilihat oleh penggemarnya. Bukan memuja diri setinggi awan namun, tiada pula salahnya jika diri sendiri mahu memuji diri. gitu loh ! kalau bukan diri sendiri memuji siapa lagi yang berani-beraninya mahu memuji kita (kan..kan..kan..). Orang lain pasti memuji dalam diam, jika pun tidak ramai saya pasti mesti ada beberapa orang (whoaha, yakin sungguh !) . Kalau tidak yakin, siapa lagi yang harus yakin pada kemampuan sendiri. iya kan..kan..kan.. haha.

5 Februari 2015

Menulis Sebagai Kerja Sambilan

Petang yang sempurna untuk menulis sesuatu disini. Agak lama tidak menulis disini meski, pada realitinya saya menulis setiap hari. Menulis tentang sesuatu. Menulis kerana dipinta. Menulis kerana dibayar. Menulis kerana itu adalah pekerjaan yang indah. Bukan sepenuh masa tetapi, selalu dengan sepenuh hati dan keikhlasan.

Mudah terjadi dibila-bila masa untuk menjadikan saya hidup malas diantara para pemalas; tak mengerti pentingnya bermimpi, berharap, berusaha dan berdoa. Ketika menulis tiada apa yang perlu disombongkan atau dibanggakan atau meninggikan diri, kerana jika Ia bertitah, semua dapat hilang dalam sekelip mata.
Terkadang pujian membuat kita dihargai

Menulis sebagai kerja sambilan yang menguntungkan

Menulis menjadi kerja yang indah walhal, ketika bermula dahulu ia hanyalah sebuah hobi biasa untuk memuaskan keinginan hati pada yang namanya 'imaginasi ditumpahkan pada huruf dan tulisan'. Satu kepuasan jika dapat menulis. Satu kegembiraan bila dapat mengarahkan jemariku menari-nari menciptakan ayat demi ayat diatas sebuah kertas putih.

Ketika hidup mengharuskan kita untuk belajar, belajarlah. Masa akan segera pergi tanpa menunggu. Siapa yang lambat maka, disanalah hidupnya terhenti tanpa kemajuan.  Kita hanya mampu melihat ke depan kerana dibelakang sudah tiada yang tertinggal melainkan hanya dirimu sendiri. Sedangkan dihadapan ada ramai jiwa sedang berlumba saling mengatasi diantara sesama. Tidakkah ada sedikit rasa didalam dirimu untuk turut berlumba sama ?

Saya tertakluk oleh rasa itu dan saya tidak ingin selalu disini dengan pengalaman dan rasa yang sama, tanpa anjakan dan tanpa kemajuan. Kita tidak mampu menjadi sama seperti orang lain kerana dirinya memang telah diciptakan begitu dan apa pun cara kita, pasti kita tidak mampu untuk sama seperti dia kerana kita indah dan istimewa sebagaimana kita telah tercipta. Masing-masing punya keindahan sendiri, setiap kita punya kelebihan sendiri.

Inspirasi ada dimana-mana. Inspirasi datang dari banyak sudut. Melalui pendengaran, penglihatan, sentuhan dan banyak lagi. Apa yang penting rasa dan keinginan itu ada untuk melakukannya. Menulis tidak boleh dipaksakan sama seperti makan tak terasa sedap jika lapar belum menjelma mengetuk rasa.

Menulis merupakan kerja yang mengasyikkan. Tak terasa matahari telah padam dari meraja dilangit biru, tak perasan bila sang bulan tersengih mesra diantara gemilangnya sang bintang ditengah gelapnya malam. Menulis membuat hati selalu berada didunia baru. Terkadang ia mengharuskan kita menjadi gila untuk mengalami sesuatu yang tiada didepan mata, tiada dalam sentuhan dan bukan pengalaman yang pernah tercipta. Terkadang imaginasi harus lebih ekstreme membayangkan sesuatu untuk menciptakan tulisan kreatif yang memuaskan segala deria rasa. Sungguh, menulis membuat kepuasan itu ada bersemayam dihati.

Menjadi penulis sepenuh masa itu tidak akan muncul dalam waktu sekejap masa. Pasti bukan nanti selepas hari ini. Mungkin nanti selepas tahun depan atau tahun selepas tahun itu atau tahun-tahun selepas tahun itu. Saya punya kesukaan lain yang mahu rasanya ia dijadikan sebagai sumber pendapatan kerana pada hakikatnya saya suka jika saya tidak kekurangan satu benda yang namanya duit (hehehe...). Kehidupan mengajarkan bahawa duit tiada pada zaman ini adalah sukar dan tidak membawa kita kemana-mana. Mungkin terdegar sebagai mata duitan tetapi, untuk apa bekerja bersusah payah jika pada hakikatnya kita tidak mendapat apa-apa untuk dinikmati ? Duit bukanlah segalanya tetapi dizaman ini segalanya memerlukan duit.

Saya tidak mempunyai banyak kepakaran lain. Kepandaian saya agak terbatas namun, apa yang saya miliki itu adalah anugerah yang indah dan bodoh rasanya jika menguburkan ia tanpa disemarakkan dan digunakan sewajarnya. Menulis harus untuk kekal aktif berfikir. Izinkan saya melewati hari-hari ini dengan tulisan kerana tulisan sungguh membuat saya tidak sunyi dalam dunia realiti ini. Fantasi mampu melupakan saya pada banyak hal. Sungguh, tulisan terkadang membawa saya jauh menggapai awan dibawah langit, memetik bintang didada langit dan angkasa.